Madura United Bawa Satu Poin dari Kandang Pusamania

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.





Samarinda – Madura United membawa pulang satu poin dari lawatan ke Pusamania Borneo FC. Sempat tertinggal, MU pada akhirnya bisa memaksakan hasil imbang 1-1.

Bertanding Stadion Segiri, Jumat (30/9/2016) malam, PBFC bermain agresif. Mereka banyak membangun serangan melalui Pedro Javier dan Jefri Kurniawan.

Serangan yang dibangun PBFC akhirnya membuahkan hasil di menit 35. Gol tersebut dilesakkan oleh Flavio Beck Junior melalui eksekusi tendangan bebas. Sepakan Flavio dari jarak sekitar 30 meter gagal dihalau kiper Joko Ribowo.

Tertinggal satu gol membuat Madura United bereaksi. Tekanan dilakukan tim tamu melalui Engelberd Sani dan Rodrigues Aracil, namun gagal dimanfaatkan menjadi gol.

Permainan keras dan ngotot yang diperagakan kedua tim membuat wasit berulang kali menghentikan pertandingan akibat pelanggaran. Abdul Rahman, sang pengadil dalam laga ini, mengeluarkan satu kartu kuning untuk Zulkifli Syukur. Hingga babak pertama berakhir kedudukan 1 – 0 untuk keunggulan tuan rumah.

Memasuki babak kedua tidak ada perubahan yang dilakukan pelatih Dragan Djukanovic. Di sisi lain, tim tamu langsung memasukan Bayu gatra untuk menambah daya serang. Bayu turun ke lapangan menggantikan Eliazer Thoncy Maran.

Hasilnya, daya gedor anak asuh Gomes de Olivera makin tajam. Baru lima menit laga babak kedua berjalan Eric Lewis sudah mengancam, namun tendangannya lemah sehingga berhasil ditangkap kiper Dian Agus. Peluang lain Madura United dibuat Fabiano saat sepakannya melayang di atas sasaran.

Kubu tuan rumah bukannya diam saja. Di depan ribuan suporternya PBFC punya peluang memperbesar keunggulan di antaranya melalui Pedro Javier dan Jefri Kurniawan, namun tak ada gol kedua yang tercipta.

Petaka bagi tuan rumah datang di menit 58. Akibat kesalahan pemain belakang PBFC, Rodrigues Aracil Pablo berhasil menyarangkan bola ke gawang Dian Agus.

Kedudukan 1-1 membuat pertandingan semakin menarik, kedua tim bermain ngotot dan keras, wasit pun harus bertindak tegas dan mengeluarkan 3 kartu kuning dan satu kartu merah. Wasit mengusir pemain Madura United, Engelberd Sani, pada menit 73 setelah dia mendapat kartu kuning kedua.

Meski unggul jumlah pemain, PBFC tidak bisa memanfaatkanya untuk menambah gol. Skor 1-1 bertahan hingga laga tuntas.

Skor 1-1 ini menjaga Madura United bertahan di puncak klasemen ISC dengan poin 41, namun mereka bisa digeser Arema Cronus (39) yang pada pertandingan lain menjamu Barito Putera.

“Pertandingan kali cukup sulit PBFC tim yang bagus dihuni para pemain bagus namun kami bisa dapat poin disini meski sempat tertinggal lebih dahulu,” kata Pelatih Madura United, Mario Gomes, usai pertandingan.

Disinggung strategi yang diterapkan, Gomes mengaku masuknya Bayu Gatra mampu merubah permainan timnya dan tampil lebih menyerang.

Sementara itu, pelatih PBFC, Dragan Djukanovic, mengaku tak beruntung dan tidak puas dengan kepemimpinan wasit. Sejumlah keputusan sang pengadil disebutnya kerap merugikan timnya. Dia secara khusus menyoroti kesalahan kiper yang menangkap bola diluar kotak penalti namun hanya diganjar kartu kuning, padahal seharusnya bisa dikeluarkan.

“Peraturan FIFA harusnya kiper bisa diganjar kartu merah, begitu juga pelanggaran keras di dalam kotak penalti harusnya kami mendapat penalti,” kata Dragan.

(din/din)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Leave a Reply

Your email address will not be published.